Kita harus mengetahui apa itu ip address yang kita miliki, ip addrees dinyatakan dalam struktur terdiri atas 32 bit.
IP address
adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa terhubung dengan komputer lain... saat ini banyak dipakai ip address jenis ipv4
IP addres dibagi atas 3 kelas yaitu kelas A,B, dan C
contoh :
2)Kelas B
terdiri atas 16 bit network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID ..sehingga ip jaringan yang digunakan dengan jumlah host tidak terlalu besar.
pada 2 bit pertama diberikan angka sepuluh.
contoh :
3)Kelas C
Terdiri atas 24 bit network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID. Sehingga biasanya kelas C digunakan untuk jaringan kecil.
contoh :
SUBNETMASK
Angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID
berikut adalah subnet mask yang digunakan sebagai subnetting :
- Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan atau macet.
- Teroptimalsinya unjuk kerja jaringan.
- Pengelolaan yang disederhanakan.
- Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang berjauhan
Jumlah subnet = 2 pangkat 32 - /
Jumlah host per subnet = 2 pangkat 32 - / terus dikurangi 2
Contoh Perhitungan Subnetting Kelas C
kita memiliki IP 192.168.1.2/24
b. Jumlah Host Persubnet
c. Broadcast
d. Subnet mask
a. Network ID
Sebelum mencari Network ID-nya kita harus mengetahui Jumlah Subnetnya terlebih dahulu
- Jumlah Subnet = 2 pangkat 32 - 24
2 pangkat 8 = 256
Subnet dari 192.168.1.2/24 itu dimulai dari 192.168.1.0 - 192.168.1.255
(karena IP tidak mencapai 256)
Network ID = 192.168.1.0
b. Jumlah Host Per subnet = (2 pangkat 32 - 24) -2
= (2 pangkat 8) -2
= 256 - 2
= 254
c. Broadcast = adalah IP terakhir dari suatu network
jadi broadcastnya 192.168.1.255
d. Subnet mask = /24 yaitu 255.255.255.0 (dapat dihitung memakai konvensi bilangan desimal ke binner)




























































